Uang Kertas Pecahan 2000 Rupiah

Kamis, 9 Juli 2009 | 13:36 WIB

2000depan

2000blkg
Courtesy: Forum Kompas

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia, Kamis (9/7), secara resmi meluncurkan uang kertas baru pecahan Rp 2.000 tahun emisi 2009 sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

“Penerbitan uang kertas emisi baru tersebut merupakan implementasi kebijakan Bank Indonesia di bidang pengedaran uang yaitu untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi yang layak edar,” sebut Pjs Gubernur Bank Indonesia, Miranda S Goeltom, dalam siaran pers BI.

Uang pecahan baru tersebut bergambar Pangeran Antasari (Pahlawan Nasional asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan) dengan gambar bagian belakang Tarian Adat Dayak. Uang tersebut akan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah mulai tanggal 10 Juli 2009. Peluncuran uang ini dilakukan di Banjarmasin hari ini.

“Pemilihan gambar pada uang tersebut mengacu kepada desain uang kertas sebelumnya yang bertemakan Pahlawan Nasional. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pahlawan dan untuk turut serta melestarikan budaya bangsa,” sebutnya.

Uang kertas baru pecahan Rp 2.000 berwarna dominan abu-abu dengan unsur pengaman berupa tanda air bergambar Pangeran Antasari dengan benang pengaman yang tertanam di kertas uang dan bertuliskan BI2000 berulang-ulang yang akan memendar merah di bawah sinar ultraviolet.

Uang kertas pecahan baru ini juga mengakomodasi kebutuhan para tunanetra dengan menyediakan kode tertentu (blind code) di samping kanan bagian muka uang yaitu berupa kotak persegi panjang yang dicetak secara intaglio.

Selain itu, seperti pada saat mengeluarkan uang kertas baru pecahan Rp 100.000 dan Rp 20.000 tahun emisi 2004, serta Rp 50.000 dan Rp 10.000 tahun emisi 2005, Bank Indonesia juga mengeluarkan Uncut Banknotes Rp 2.000 (uang khusus yang belum dipotong/uang bersambung) sebanyak 4.700 lembaran dengan jenis uang bersambung masing-masing berisi 2 bilyet, 4 bilyet, dan 50 bilyet.

Sebagai benda koleksi, Uncut Banknotes ini lazim dikeluarkan di berbagai negara sebagai penerbitan uang khusus.

——

Mengapa saya tertarik untuk mengangkat isu ini? Pertama, sudah lama Bank Indonesia tidak mengeluarkan uang pecahan baru. Terakhir kali seingat saya adalah pecahan 50.000 dan 10.000 pada tahun 2005. Pada tahun yang sebelumnya lagi, Bank Indonesia meluncurkan uang pecahan 100.000 dan 20.000 baru.

Pecahan 50.000 yang sekarang kita gunakan menggantikan pecahan 50.000 dengan gambar tokoh nasional Wage Rudolf Supratman, pengarang lagu ‘Indonesia Raya’. Pecahan 10.000 menggantikan pecahan senilai serupa dengan gambar salah satu pahlawan nasional dari Aceh, Cut Nyak Din.

Pecahan 100.000 menggantikan pecahan sebelumnya yang bernominal sama dengan sedikit perbedaan pada desain dan penggunaan plastik yang diganti menjadi kertas pada tahun 2004. Kedua tokoh pada pecahan yang diedarkan tahun 1999 dan 2004 sama, Ir Soekarno dan Moh. Hatta. Warna dasarnya pun sama, merah muda. Pecahan 20.000 yang baru menggantikan pecahan sebelumnya yang bergambar tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara.

Pecahan 2.000 ini saya rasa sangat strategis karena pada pendapat saya, pecahan 1.000 sudah saatnya dipensiunkan. Di antara semua uang kertas yang disahkan oleh Bank Indonesia penggunaannya saat ini, pecahan 1.000 adalah pecahan yang paling lama digunakan yakni sembilan tahun. Kita juga bisa melihat, semakin kecil nilai pecahan uang, semakin kumal uang tersebut. Pecahan 1.000 adalah yang paling kumal sementara pecahan 100.000 adalah pecahan yang paling lurus walaupun tidak semuanya lurus.

Orang Indonesia ini memang unik. Sekumal-kumalnya, sebutek-buteknya uang yang mereka miliki, mereka masih gunakan. Bayangkan jika mereka memegang uang dolar Amerika Serikat, banyak yang masih percaya kalau uang dolar itu kusut maka tidak akan ada nilainya atau memiliki nilai tukar yang lebih rendah di penukaran uang. Saya pernah melihat penukaran uang yang menulis nilai tukr seperti itu. Saya pernah melihat di siaran berita di sebuah stasiun televisi memberitakan bahwa gaji yang dibayarkan dengan dolar Amerika Serikat di Kuba tidak akan memiliki nilai apa-apa dan harus secepatnya diganti. Uang dolar mereka kumal tapi tidak apa-apa untuk ditukar.

Setahu saya, uang rupiah yang sudah kumal harus ditukarkan ke bank-bank terdekat. Bank Indonesia juga sempat berpromosi untuk mencegah uang rupiah menjadi kumal, kusut, butek supaya uang yang kita terima diterima, disimpan, dan disayang.

Di tempat ibadah yang sering saya kunjungi di Bali, sumbangan yang diberikan baik untuk pembangunan dan administrasi biasanya uang pecahan 1.000 rupiah itu biasanya sudah dilipat-lipat atau dicoret atau kusut sekali sampai-sampai warna aslinya hampir tertutup. Saya tahu karena saya pernah ikut membantu menghitung uang sumbangan pada bulan November tahun lalu.

Saya harap pecahan baru ini dapat menjadi awal bagi uang kertas di Indonesia agar tidak butek lagi. Dan berdasarkan rumor yang saya dengar, pecahan 1.000 kertas akan digantikan dengan pecahan 1.000 koin. Yang jelas, bukan pecahan koin 1.000 yang memiliki campuran logam perak dan emas di tengahnya yang akan dikeluarkan katanya.

Advertisements

One thought on “Uang Kertas Pecahan 2000 Rupiah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s