Pelajaran Selama Enam Dekade Lebih

Selama lebih dari enam dekade, sebetulnya apa yang telah kita pelajari?
Arti kemerdekaan yang sebenarnya?
Ataukah hanya membiarkan waktu berlalu begitu saja?

Setiap harinya kita diharap merenung
Merenung apa yang telah terjadi selama ini
Tetapi
Apakah orang yang menyarankan kita turut merenungkan apa yang telah terjadi?
Yang pasti, mereka hanya mengumbar pesan kosong tanpa makna
Berharap dianggap sebagai laskar penyadar

Banyak hal terjadi selama enam dekade lebih
Serangan dari udara yang menggugurkan ‘arek-arek’
Perang monyet ‘Ciungwanara’
Kudeta merangkak penuh darah dan intrik
Mencoba berlari dari Malari

Pembungkaman mahasiswa
Pemilu tidak adil
Mahasiswa Power menyaingi People Powernya sepupu kita
Runtuhnya antek dan kerajaan dalam republik
Ledakan demi ledakan
Bencana alam yang beruntun

Itu hanya sebagian dari rekam jejak perjalanan kita, 235 juta dari kita
Ada yang terlibat langsung, ada yang tidak
Ada yang dicuci otaknya, ada yang baru sadar
Kita selalu berbesar hati dan berkata nasi sudah jadi bubur

Apakah itu berarti akhir dari perjalanan?
Biar dikata dunia kiamat tiga tahun lagi, siapa peduli?

Kita sudah lupa perjuangan para pejuang menggusur
Yang teringat hanyalah perayaan dan hadiah
Mungkin itulah yang disebut tradisi
Namun jangan lupakan tunas kita
Yang telah menanam dan memetik kita
Para penerus bangsa

Pesanku ini hanya untukmu di hari ini
Sebelum aku lupa
Karena mataku sudah byarpet

Dirgahayu Indonesiaku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s