Geoweek – Di Mana Gerakan Hak-Hak Sipil di AS Dimulai?

Geoweek - Di Mana Gerakan Hak-Hak Sipil AS Dimulai
Courtesy: Kompas (14/03/2010)

Membaca artikel di atas, sungguh patut dipuji sikap Greensboro Four yang tidak menggunakan cara kekerasan dalam menuntut hak kaum mereka yang terabaikan. Hal ini tentunya sangat bertolak belakang dengan aksi-aksi anarkis mahasiswa Indonesia yang terkesan mau menang sendiri dan mengatasnamakan kelompok yang belum tentu mereka bela. Saya yakin sekali pun mahasiswa Indonesia membaca tulisan saya, mereka belum tentu sadar akan perbuatan mereka atau mungkin malah mengecam saya (yang calon mahasiswa).

Kembali ke topik hak-hak sipil, di Indonesia sendiri di dunia daringnya sering saya melihat komentar atau pendapat yang masih mendiskreditkan kelompok tertentu terutamanya (maaf) yang berkulit hitam (orang Papua dan Afrika misalnya). Banyak dari kita merasa marah jika melihat kebudayaan kita dicontek negara lain tapi di lain sisi kita masih menghina kebudayaan dari pulau paling timur Indonesia. Dengan mengatakan “kalau anda tidak mau maju silakan pakai koteka“, sadarkah anda sedang mengejek bangsa sendiri? Anda telah mengambil hak mereka sebagai warga negara.

N.B.: Saya sensor kata-katanya untuk menghindari unsur SARA. Saya sendiri pernah membaca tulisan serupa di salah satu forum di dunia maya yang bernada serupa. Tidak ada niat untuk mengumbar SARA.

Advertisements

2 thoughts on “Geoweek – Di Mana Gerakan Hak-Hak Sipil di AS Dimulai?

  1. Terus terang saja, saya nggak percaya rasisme itu tidak ada di Indonesia. Masih banyak prasangka buruk terhadap orang-orang kulit hitam, baik itu keturunan Papua atau Maluku. Rasa itu meliputi rasa curiga, pengejekan, sampai upaya pengucilan dari pergaulan. Lepas dari problem bahwa memang terdapat kecanggungan dari warga-warga kulit hitam itu jika berinteraksi dengan warga non-hitam, saya pikir mestinya itu tidak ditambah-tambah dengan prasangka buruk yang sebenarnya sama sekali tidak diperlukan.

  2. Di sinilah pentingnya peran pemerintah. Pemerintah selaku badan pemersatu bangsa harus bertanggung jawab atas isu sosial ini. Tentu saja, masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa harus ikut berperan menyelesaikan masalah. Mengubah persepsi masyarakat inilah tantangan terberatnya, menurut saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s