Anak ayam berwarna

P1112328

Siapa di antara anda semua yang pernah membeli anak ayam yang diwarnai? Saya tidak, karena sejak kecil saya takut fobia terhadap unggas (hingga hari ini). Ceritanya tak penting, tapi kalau makan ayam atau bebek itu lain cerita. Tidak, itu bukan bentuk balas dendam saya terhadap unggas – ngapain balas dendam?

Pedagang anak ayam ini mengayuh sepeda dengan anak ayam di dalam kurungan di belakangnya. Mengayuh sepanjang Jalan Raya Sesetan/Jalan Diponegoro. Bagaimana jika anak ayam ini sudah tumbuh besar?

Lalu apa pendapat anda tentang laporan David O’Shea dari ibukota negara? Saya tidak mengatakan penjualan anak ayam ini sebagai bentuk penyiksaan binatang – selama saya belum tahu proses di belakangnya. Di blog ini, anda membuat kesimpulan sendiri.

Ekstra: Di majalah penerbangan Garuda edisi April 1996 (sampul depannya adalah seorang pramugari Garuda Indonesia dengan seragam modifikasi untuk penerbangan haji), ada satu tulisan menceritakan anak ayam berwarna di Bali. Kalau anda tertarik, saya bisa menceritakannya pada anda melalui wadah ini ketika saya berada di kampung halaman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s