Kalimat baru, ganti bahasa?

P2153053

Sudah biasa bagi saya kalau makan di restoran harus baca majalah (cetak). Alasannya? Di rumah nggak langganan majalah :P. Bukan, melalui majalah kita bisa tahu restoran seperti apa itu. Siapa yang sering datang? Siapa tipikal pengunjungnya?

Kalau restoran nggak ada majalah? Bukan masalah, kalau ada TV saya tonton. Apalagi kalau tayangan televisi berlangganan – alasannya, di rumah tidak berlangganan.

Bulan kedua tahun ini, saya makan-makan di Sushi Tei Sunset Road, kab. Badung. Mau dibilang itu Kuta nggak juga, dekat ke Seminyak juga. Mau dibilang Denpasar, lha itu usaha kan di kabupaten Badung bukan kota Denpasar? Ibukotanya kabupaten Badung apa? Saya lupa namanya – Margapura? Mangupura?

Ah, sudah. Kita kembali ke judul. Majalah (Hello Bali-kah yang saya baca?) di gambar ditempeli stiker bertuliskan ‘Mohon jangan dibawa pulang’. Spot on! Penggunaan ‘dibawa’ benar! Bukan ‘di bawa’.

Lalu kalimat kedua, ‘This magazine belong(s) [sic] to Sushi Tei’. Kalimatnya mengena walaupun ada sedikit kesalahan tata bahasa. Kalau diterjemahkan: ‘Majalah ini milik Sushi Tei’.

Lha, kok kalimat pertama dan kedua berbeda walaupun pesannya sama?

Bagaimana dengan kalimat ketiga? Maaf, kula bothen ngertos basane wong Jepun. Kira-kira apakah kalimat terakhir memiliki pesan yang sama dengan kalimat pertama, kedua atau gabungan keduanya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s