Amplop Australia Post

Di zaman modern seperti ini, komunikasi adalah jejaring sosial. Mau bicara pun, lebih baik pakai jejaring sosial. Pastinya tidak semua orang begitu. Saya bukan anti jejaring sosial – hanya terkadang tidak setuju dengan urusan privasi dsb.

Kali ini saya akan membawa anda ke zaman batu dahulu, atau mungkin lebih tepatnya masih di zaman sekarang tapi ke wilayah yang tidak ada sinyal telekomunikasi. Dan satu-satunya telekomunikasi yang ada hanyalah surat.

Saya ingin bertanya, siapakah dari anda semua wahai para pembaca yang budiman yang masih menggunakan jasa pos yang perlu bayar?

P5254453

Jujur saja, saya suka medium komunikasi ini karena kreativitas saya tidak dibatasi oleh jumlah ketikan, kapasitas memori dsb. Australia Post cukup baik juga memberikan saya kertas kresek ini padahal saya hanya membeli dua [masukkan kata bilangan yang tepat di sini] amplop. Di sampul, ada tulisan jangan menyimpan prangko terlalu lama di dalam. Ada filatelis di sini? Bisa dijelaskan mengapa?

P5254454

Di depan amplop, sudah terpasang prangko yang mungkin dicetak berbarengan dengan tulisan-tulisan lain di amplop ini. Berdasarkan keterangan yang tersedia di amplop, prangko yang sudah menyatu ini mengilustrasikan sebuah kantor pos di Kempsey, New South Wales pada tahun 1886.

P5254455

“Mau dikirim ke mana memangnya?” Amplop ini hanya untuk kiriman dalam negeri, baik dalam negara bagian maupun antar negara bagian. Kalau mau kirim ke luar negeri, beda amplopnya.

Dulu waktu saya masih main pos-posan di kampung halaman, pasang prangko itu dengan menjilat prangkonya. Itu dulu kirimnya ke redaksi majalah Bobo kebanyakan. Sempat menang dan dapat krayon dari mereka. Dari majalah Mentari juga pernah dapat, jam dan kamus.

Lalu pindah ke Singapura, prangko untuk kiriman luar negeri masih mengharuskan saya untuk menjilat. Tapi prangko dalam negeri sudah seperti stiker saja.

Di tanah kangguru, ternyata prangkonya sudah menyatu dengan amplop. Mungkin pepatah yang benar adalah ‘ketika di negeri kangguru, lakukan apa yang kangguru lakukan’. 😀

P5254456

Untuk mengirim surat menggunakan amplop ini pun ada syaratnya. Ketebalan dan berat harus dipenuhi.

Setelah itu apa yang harus kita lakukan pada amplop tersebut? Simpan di rumah.

P5254458

Ngawur, tentunya dikirim. Terserah anda mau dititipkan di kantor pos atau dicemplungkan ke dalam bis surat.

Di cerita saya ini, dua amplop dibeli di kantor pos Annerley, Queensland. Harganya? “A dollar forty, mate.”

Beberapa bulan lalu di salah satu acara current affair televisi swasta Australia, penduduk Glebe di South Australia memprotes rencana penutupan kantor pos di wilayah mereka. Perlu anda ketahui, umur median penduduk South Australia adalah yang tertinggi di negara tersebut.

Dan sebelum menutup acara, George Negus berkomentar “Mungkin suatu saat akan ada yang bertanya, apa itu prangko?”

Kalau saya, dari kelas 5 SD pun masih diajarkan bagaimana cara mengirim telegram. Pendidikan di Indonesia ketinggalan zaman? Tidak, bangsa kita adalah bangsa yang besar karena bangsa kita masih menghargai salah satu karya terbaik yang pernah diciptakan umat manusia untuk berkomunikasi. Siapa bilang bangsa kita tidak menghargai sejarah?

Advertisements

2 thoughts on “Amplop Australia Post

  1. oho… sampai sekarang saya masih menerima sms pertemuan filatelist di kantor pos besar renon, denpasar. itu karena saya pernah ikut sekali dan dicatet hp-nya. saya masih punya perangko palsu dan imitasi sealbum tok, tapi priceless.

    • Apa betul itu pertemuannya yang setiap bulan Minggu kedua? Saya pernah baca di Bali Advertiser. Jam berapa? Mungkin bulan depan saya bisa hadir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s