Highlights 12/09/2009

Fullscreen capture 9112009 13525 PM.bmp
Courtesy: Kompas, 11 September 2009

Mahasiswa Indonesia berhasil membuat rumah tahan gempa. Mungkin ini agak terlambat bagi kita untuk menyadari bahwa kita membutuhkannya sejak dulu. Setelah gempa di Kobe pada tahun 1995 yang katanya nyaris meluluhlantahkan seisi kota, pembangunan kota berubah drastis. Semua bangunan dibuat untuk tahan terhadap gempa. Di Singapura yang walaupun jauh dari zona rawan gempa, semua bangunannya tahan gempa karena harus melalui sertifikasi pemerintah. Ini semua pelajaran akibat runtuhnya bangunan New World Hotel di sana pada tahun 1986.

Setidaknya ini akan mengurangi jumlah korban di masa yang akan datang.

——

Fullscreen capture 9112009 13120 PM.bmp
Courtesy: Kompas, 11 September 2009

Jakartaria kemarin mengangkat isu pencemaran udara di Jakarta. Jitet menggambarkan betapa asri dan hijaunya Jakarta di masa lampau. Udaranya pun masih segar dan menyejukkan. Sekarang, Jakarta berubah menjadi rimba beton. Kendaraan bermotor tidak terkendali. Kotanya berasap tebal sampai-sampai yang terlihat hanyalah hitam, putih, dan abu-abu.

Saya yakin masalah ini tidak hanya menimpa Jakarta dan kota metropolitan lainnya di dunia. Bisa saya katakan bahwa kota-kota lain di Indonesia juga mengalami masalah serupa. Ketika mengganyang negara tetangga, nasionalisme kita ada. Namun melihat masalah bangsa yang akan merugikan generasi mendatang yakni polusi, tidak ada yang peduli.

——

Fullscreen capture 9122009 100249 AM.bmp
Courtesy: Kontan, 12 September 2009

Benny Rachmadi di harian Kontan menggambarkan gegap-gempita Bali dalam menyambut bintang Hollywood, Julia Roberts. Bung Benny pun benar dalam penggunaan kata ‘silakan’, yang kerap kali kita tulis sebagai ‘silahkan’.

Yang masih membuat saya garuk-garuk kepala adalah apa yang ingin Bung Benny nyatakan di kartun ini. Apakah ingin menggambarkan orang Bali yang jauh lebih ramah kepada turis asing dibanding turis lokal (diluahkan dalam buku ‘Benny & Mice Lost in Bali)? Ataukah ingin menyelamatkan aset budaya Bali? Atau yang lain lagi?

——

Fullscreen capture 9122009 101416 AM.bmp
Courtesy: Kompas, 12 September 2009

GM Sidharta dengan Oom Pasikomnya mengangkat nasib korban gempa bumi di Tasikmalaya yang nasibnya semakin jauh dari kebangkitan. Tidak ada yang berniat mengulur tangan mereka. Kalau pun ada pasti tidak sebanding dengan Tragedi Situ Gintung atau tidak seimbang dengan jumlah warga yang membutuhkan. Warga tinggal berdesakan di tenda darurat sementara puing-puing bangunan nyaris tak tersentuh. Lagi-lagi kita termakan buaian janji poliTIKUS.

Advertisements

Highlights 08/09/2009

Pesawat Nomad Jatuh
Courtesy: Media Indonesia

Lagi, pesawat militer jatuh. Pesawat Nomad jatuh di Long Bawan, Kalimantan Timur dalam penerbangan patroli rutin dari Tarakan ke Long Bawan dan kembali ke Tarakan.

Ini merupakan keempat kalinya pesawat tipe ini mengalami kecelakaan. Kejadian pertama pada tahun 1987 lalu 1988, 2007, dan 2009. Untuk spesifikasi dan detail mengenai tragedi serupa, klik gambar di atas untuk memperbesar.

——

Insiden Sungai Korea
Courtesy: Media Indonesia

On Monday, 07 September 2009, South Korea protested North Korea for disposing water to a cross-border river that caused six people to be missing, one of them is a child.

——

Pembicaraan Enam Partai
Courtesy: Media Indonesia

Masih seputar Korea Utara tapi saya malas menjelaskannya jadi klik saja gambar di atas untuk informasi lebih lanjut.

——

Perselisihan Boeing VS Airbus
Courtesy: Kontan

World Trading Organisation (WTO) thinks European Union (EU) loan for Airbus is an unfair subsidy. To certain extent, the loan is also violating terms and conditions of “outside aid”. This is the end of a long-standing dispute between US and EU on subsidy for aircraft manufacture.

——

Pengindraan Satelit Musim Tanam
Courtesy: Media Indonesia

Diagram di atas menunjukkan cara kerja pengindraan satelit untuk musim tanam. Semoga saja dapat membantu para petani.

——

Fungsi Sabuk Hijau
Courtesy: Kompas

Green belt , besides muffling tsunami, is also used to reduce global warming.

——

Hak Pengushaan Perairan Pesisir untuk Masyarakat Adat
Courtesy: Kompas

Diagram di atas membahas Hak Pengusahaan Perairan Pesisir untuk Masyarakat Adat. Jangan sampai ada kesalahpahaman terjadi.

Highlights 05/09/09

Pengayaan Uranium
Courtesy: Media Indonesia

Fasilitas Nuklir Korea Utara
Courtesy: Kontan

North Korea said that now is the last stage of its uranium enrichment, the second step in the process of making nuclear weapons.

WEAPONS PRODUCTION
1. Mining
About 1000 tonnes of iron ore is needed to produce a 1 kg uranium weapon
2. Grinding
Iron ore is cleaned using a dry concentrate called “yellowcake”
3. Enrichment
“Yellowcake” is enriched through a gas diffusion process
4. Conversion
Enriched uranium changes into metals through uranium casting process
5. Plutonium Production
Plutonium is made by changing uranium
6. Nuclear Weapons
Both uranium and plutonium are used for nuclear weapons

Can’t we live in peace? Tidakkah kita bisa hidup dalam damai?

——

Kliping Tempo - Vaksin H1N1
Courtesy: Koran Tempo

China officialy consents a vaccine used to fight against swine flu (H1N1). Its producer, Sinovac, claimed that the vaccine is effective with only one dosage. The virus has spreaded across the globe and kille more than 3000 people.

——

10 Tahun Lepasnya Timtim
Courtesy: Media Indonesia

Photo of the Day untuk hari ini adalah peringatan 10 tahun lepasnya Timor Timur yang dilaksanakan di sebuah desa di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Gambar di atas didapat dari harian Media Indonesia (05/09/2009).

——

Bertahan Saat Gempa
Courtesy: Kompas

Harian Kompas memberikan tips bagaimana caranya agar kita dapat bertindak dengan tenang dan tidak gopoh ketika gempa terjadi. Klik pada gambar di atas untuk memperbesar dan mohon maaf jika kualitas gambar kurang memuaskan.

——

Oom Pasikom 090905
Courtesy: Kompas

GM Sidharta dengan karikatur Oom Pasikomnya nampaknya ingin mengkritik kebijakan pemprov DKI Jakarta mengenai pemberian uang kepada pengemis. Memang ada pengemis-pengemis yang membentuk jaringan dan didalangi oleh “bos besar” namun ada juga yang memang benar-benar mengemis karena susahnya mendapat pekerjaan.

Lagi-lagi ada lagu Indonesia yang diplesetkan, kali ini lagu daerah Jakarta “Jali-Jali”. Karena saya bukan warga Jakarta, tidak enaklah untuk mengkritik wilayah yang tidak saya tempati walaupun kadangkala saya merasa kesal juga kalau berada di Jakarta.

——

By The Numbers - G20 In Pittsburgh
Courtesy: Sky Magazine, Delta Airlines

Pada tanggal 24 dan 25 September, kepala negara anggota Grup 20 (G20) akan berkumpul di Pittsburgh untuk membahas ekonomi global. Mengapa Pittsburgh? Menurut sekretaris Gedung Putih, Robert Gibbs: “Pittsburgh adalah wilayah yang pernah mengalami gejolak ekonomi namun berkat tinjauan dan investasi yang diperbarui – melahirkan … pekerjaan masa depan.”

——

Trend Watch - Hog Wild for Bacon
Courtesy: Sky Magazine, Delta Airlines

No offence to those who do not consume pork

Highlights 04/09/09

Lokasi Gempa yang Timbulkan Tsunami
Courtesy: Media Indonesia

Julukan Indonesia sebagai negeri yang rawan gempa nampaknya memang layak untuk disandang. Pasalnya, negara kita ini seringkali digoyang gempa yang tak jarang juga menimbulkan tsunami. Dapat kita lihat pada grafik di atas yang didapat dari harian Media Indonesia (04/09/2009), empat gempa rawan tsunami di kawasan Sumatra. Tiga di antaranya bahkan terjadi sejak zaman penjajahan Belanda dahulu. Bagaimana dengan masa sebelum penjajahan seperti era kerajaan Majapahit atau Sriwijaya? Bisa saja gempa serupa terjadi namun mengingat adanya poor record, kita tidak tahu.

Pulau Jawa hanya memiliki satu fenomena pada tahun 1994 di Banyuwangi, Jawa Timur. Bagaimana pun, grafik di atas menunjukkan bahwa kejadian tersebut berpusat di Samudera Hindia. Empat fenomena di kawasan Nusa Tenggara, satu di Nusa Tenggara Barat (Sumbawa) yang juga kejadian di era kolonial. Tiga lainnya di Nusa Tenggara Timur (diurut berdasarkan waktu kejadian, Sumba, Lomblen, dan Flores).

Kalimantan relatif aman tetapi di Sulawesi, tiga fenomena tercatat. Yang mengkhawatirkan adalah Maluku mengingat Maluku adalah wilayah kepulauan tanpa mainland, tidak seperti kawasan Indonesia lainnya. Dengan kondisi geografis seperti ini, korbannya bisa jauh lebih besar. Tentu saja, kita tidak boleh lupa bahwa kawasan Indonesia timur memiliki jumlah penduduk yang lebih sedikit. Tiga fenomena di Banda (1674, berarti ketika bangsa Eropa baru tiba di Nusantara), Seram (1965), dan Talabo (1998).

Di Papua hanya tercatat satu yakni di Biak pada tahun 1996. Ada lima fenomena yang besar kemungkinan akan berdampak pada kawasan utara Indonesia (Sulawesi, Kepulauan Sangihe Talaud). Fenomena tersebut tercatat di Sangihe, Indonesia (1856), Panay, Filipina (1948), dan Mindanao, Filipina (1897, 1918, 1994).

Fenomena tersebut bisa diantisipasi dengan kesigapan aparat dan kesiapan warga menghadapi bencana di mana pun dan kapan pun.

Rumah Tembok Aman Gempa
Courtesy: Media Indonesia

Media Indonesia mengajar kita bagaimana agar rumah kita bisa bertahan saat gempa dan tidak cepat roboh. Klik pada gambar di atas untuk memperbesar dan semoga ini berguna. Dan semoga juga gempa di Tasikmalaya, Jawa Barat dapat memberikan pelajaran bagi kita agar peristiwa ambruknya rumah bisa dicegah.

Dan saya turut berduka cita atas korban gempa di Tasikmalaya, Jawa Barat.

——

Superconducting Gravimeter
Courtesy: Kompas (klik pada gambar untuk memperbesar)

Superconducting gravimeter is a tool to measure change in weight or Earth gravity with high sensitivity, in nano Gal. It can catch signal that change Earth’s core activity to periphery activity.

SG monitors signals changing gravity wave that was caused by Earth’s core activity and its effect on surface’s gravity, until visuals of Earth’s dynamics are projected.

It can measure both small and big tremors. SG installed at”Kantor Bakosurtanal Cibinong” since September 2008 could monitor the quake that jolted Gorontalo on December 2008 as well as the Tasikmalaya quake.

——

Indeks Kemudahan Berusaha 2009 dari Bank Dunia
Courtesy: Kompas

Tidak banyak informasi yang saya dapat dari artikel berita dan juga pada grafik yang diberikan. Jadi kalau anda lebih paham, jangan ragu untuk berbagi.

——

Digitalisasi Naskah Kuno
Courtesy: Kompas

Gambar pilihan hari ini adalah foto “Digitalisasi Naskah Kuno” pada harian Kompas (04/09/2009).

——

Temuan Cadangan Minyak Raksasa
Courtesy: Kontan

The new oil fields found in Brazil could turn the country as world's main exporter of oil.

In 2007, Brazil found crude oil in the deep sea, about 7000 metres from the ocean's surface. Brazil is now explorating one oil field block that extends to about 800 km in subsalt area.

——

F-16 Fighting Falcon
Courtesy: Kontan

US Air Force senior official said that US is preparing designs of fighter jet F-16 to meet the demands of Iraqi Air Force.

France, Russia, China and some other countries agreed to fund billions of dollars to Iraq to protect its airspace after US plan to leave the country in 2011.

Kapal Selam Pertama Malaysia
Courtesy: Kontan

Masih seputar militer, Malaysia akhirnya memiliki kapal selam pertamanya yang dibuat di Perancis. Kapal selam tersebut dinamakan “Tunku Abdul Rahman” untuk menghormati Perdana Menteri pertama negeri jiran tersebut. Indonesia, sudah saatnya kita upgrade alutsista kapal selam kita. Banyak kapal selam kita sudah pensiun dan yang tersisa pun dikabarkan rusak.

——

Jakartaria 090904
Courtesy: Kompas

Strip komik Jakartaria edisi Jumat, 4 September 2009 mengangkat topik petasan. Pedagang petasan tersebut mengklaim bahwa salah satu barang dagangannya memiliki daya ledak sekuat bom ciptaan Noordin M Top. Sayangnya, seorang pria garang mengancam akan melaporkan pedagang petasan itu kepada polisi terkait petasan tersebut. Pedagang tesebut terpaksa menjual rugi barang dagangannya kepada pria tersebut sebagai biaya tutup mulut. Pelajaran apa yang kita petik dari kartun ini?

Strip komik Jakartaria kali ini dibuat oleh Thomdean.

Highlights 22/08/2009

Keong Mas
Courtesy: Kompas

Some facts of slug:
1. It is fast and strong enough to adapt with the surroundings
2. Able to lay eggs even when they are not two year-old
3. One colony of egg consists of more than 400 eggs
4. Generally more than 90 per cent of the eggs hatch
5. The eggs was put on water surface
6. It can survive inside a mud

——

Mendewakan Makan Daging
Courtesy: Kompas

Saya setuju bahwa semakin banyak makan daging maka semakin bergizi tubuh kita. Itu hanyalah salah kaprah. Daging hanyalah penyeimbang dalam porsi makan kita. Ingat 4 Sehat 5 Sempurna. Nasi, lauk-pauk, sayur-mayur, buah-buahan, dan susu. Lauk-pauknya tidak mesti daging. Bisa diganti dengan kacang-kacangan, ikan, dan keju (walaupun keju sedikit berbahaya jika terlalu sering dimakan).

Agama tertentu misalnya melarang umatnya untuk memakan daging. Di agama yang saya anut, ada masa-masa tertentu di mana umat dilarang makan daging setiap hari Jumat.

Mengapakah perusahaan tertentu justru mendewakan daging?Alasannya pasti mengejar keuntungan semata. Memang banyak perusahaan di Indonesia yang tidak mempunyai tanggung jawab sosial atau social responsibility. Apakah keuntungan adalah segalanya?

Inilah kesenjangan yang membuat negara berkembang selalu tertinggal dengan negara maju. Hal-hal kecil inilah yang membuat banyak negara berkembang terkesan berjalan di tempat.

——

Elmo Pun Turut Ambil Bagian
Courtesy: Kompas

Sesame Street, acara anak-anak yang sudah melegenda berasal dari negeri Paman Sam. Namun ada yang sedikit unik dalam satu episodenya. Mereka memperkenalkan krisis finansial global pada anak-anak penonton acara tersebut.

Menurut saya, ini adalah siasat yang baik untuk mengajarkan mereka bahwa di masa susah ini sebaiknya jangan banyak mengeluh. Atau bisa saja digunakan untuk mempersiapkan mereka pada krisis-krisis yang akan datang. Kalau sejak dini mereka sudah dipersiapkan untuk menghadapi hal-hal yang buruk, bukan tidak mungkin krisis bisa ditangani lebih cepat.

——

Rekor Bolt
Courtesy: Kontan

Inilah bahasan olahraga pertama di Apa Kabar Bram. Selamat kepada Usain Bolt!

——

Kontan Daily - Menanti Buka Puasa
Courtesy: Kontan

Manis-manis saat pemilu rupanya ada udang di balik batu. Tujuannya adalah kursi kabinet 2009-2014. Sebetulnya, apa yang politikus kita inginkan? Bukankah pekerjaan mereka hanyalah melayani rakyat dan bukan mengejar keinginan fana semata? Apa lagi di saat bulan Ramadhan ini, berharap ditelpon SBY mendapat posisi menteri.

——

Oom Pasikom - 22-08-2009
Courtesy: Kompas

Oom Pasikom kali ini memiliki ilustrasi dan isi yang kurang lebih sama seperti apa yang digambar oleh Benny Rachmadi pekan lalu dalam Highlights 15/08/2009. Bedanya hanyalah yang menyanyikan lagu “Indonesia Raya” kali ini adalah Oom Pasikom dan ada teroris bersiaga di belakangnya. Apa pesan yang ingin disampaikan GM Sidharta?

Highlights (15/08/2009)

Kontan Daily - DPR Lupa Menyanyikan Indonesia Raya
Courtesy: Kontan

Kartunis muda Indonesia, Benny Rachmadi melampiaskan pendapatnya terhadap absennya lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ pada saat Sidang Paripurna DPR kemarin. Lagu ‘Indonesia Raya’ yang semestinya dikumandangkan sebelum Presiden Republik Indonesia membacakan pidato akhirnya dinyanyikan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakhiri pidatonya. Itu pun setelah adanya interupsi dari anggota DPR Panda Nababan.

Dalam kartun yang dimuat di surat kabar Kontan hari ini, Benny menyindir dengan menggambar vokalis band ‘Kuburan’ menyanyikan parodi lagu ‘Lupa Lupa Ingat’. Lagu itu diplesetkan menjadi

Lupa
Lupa Lupa Lupa
Lupa nyanyi Indonesia Raya
Lupa Lupa
Ingat

Anggota DPR di kartun itu berdalih ingat tapi lupa. Mungkin anggota dewan ‘yang terhormat’ ingat lirik lagu ‘Indonesia Raya’ tapi lupa menyanyikannya. Pertanyaannya, benarkah anggota DPR semakin haus kekuasaan dan melupakan jati diri mereka? Lalu untuk apa parlemen dibentuk? Fungsi DPR adalah untuk mengaspirasikan suara rakyat dan menjadi panutan rakyat. Bukan memberikan contoh yang buruk kepada rakyat. Memang manusia sering membuat kesalahan tetapi lupa menyanyikan ‘Indonesia Raya’ adalah kesalahan yang tak termaafkan.

Masih Indonesiakah anggota dewan ‘yang terhormat’?

——

Oom Pasikom - 14-08-2009
Courtesy: Kompas

GM Sidharta masih membahas isu aksi terorisme di Indonesia dalam kartun klasik ‘Oom Pasikom’ karyanya. Entah waiternya yang tidak bisa melafalkan hruf ‘L’ atau memang aksi terorisme sudah menjadi buah bibir masyarakat Indonesia atau mungkin keduanya pesan yang ingin disampaikan oleh GM Sidharta.

Tampaknya, terorisme sudah bermasyarakat. Mampukah pemerintah mengentaskan masalah terorisme sepenuhnya? Saya percaya pemerintah bisa. Buktinya, pemerintah berhasil membasmi komunisme dari Indonesia pada tahun 1960an walaupun ada banyak teori konspirasi dipercayai sebagai penunggang pembasmian komunisme. Lalu bagaimana dengan terorisme? Apakah masih ada teori-teori konspirasi seperti komunisme?

——

Sosok - Erlina, Bertahan dengan Komik Lama
Courtesy: Kompas (klik pada gambar untuk memperbesar)

Segmen Sosok di harian Kompas hari ini mengangkat seorang tokoh wanita yang berusaha mempertahankan warisan Indonesia merdeka, komik-komik lokal. Komik-komik yang berusaha dipertahankan oleh Erlina di antaranya Si Buta dari Goa Hantu, Mahabarata, dan Ramayana. Erlina melanjutkan usaha yang ditinggalkan oleh almarhum suaminya.

Awalnya, Erlina hendak menghentikan usaha percetakan warisan suaminya karena beliau tidak mengerti dunia percetakan sama sekali. Banyaknya dukungan dari masyarakat penggemar komik-komik lokal di penjuru daerah di Jawa dan Bali membuat Erlina mengurungkan niatnya untuk menghentikan bisnis percetakannya. Bahkan salah seorang penggemar komik lokal dari Semarang menemuinya langsung.

Bagi saya, Erlina adalah seorang tokoh yang berjuang mempertahankan warisan Indonesia dari dekade 1970an yakni komik-komik lokal dengan adanya dukungan. Saya yakin jika semakin banyak dukungan diberikan kepada beliau, industri komik-komik lokal akan semakin semarak seperti pada masa-masa jayanya dulu.

Ironisnya, di saat generasi muda berusaha menunjukkan bahwa mereka setia kepada Ibu Pertiwi, toh masih banyak yang merasa asing dengan komik-komik lokal. Alasannya beragam macam mulai dari yang memandang rendah produk dalam negeri sampai ‘tidak ada yang memperkenalkan komik lokal’.

Saya sendiri adalah generasi muda. Saya memang belum pernah membaca komik lokal walaupun koleksi keluarga saya masih tertata rapi. Maklum, saya tidak kuasa untuk tidak bersin jika membaca buku atau majalah cetakan tahun 1980an dan sebelumnya. Namun jika ada edisi yang dijual Ibu Erlina (dengan kertas HVS dan sampul tebal), saya tidak akan segan membacanya.