Geoweek – Saat Bunglon Tinggal di Dalam Telur

Geoweek - Saat Bunglon Tinggal di Dalam Telur
Courtesy: Kompas (04/04/2010)

Mohon maaf atas keterlambatan hadirnya Geoweek edisi Minggu, 04 April 2010 di blog ini bagi anda para penggemar artikel Geoweek di Kompas. Sampai kemarin saya masih berada dalam libur Paskah.

Topik bahasan Geoweek minggu ini adalah fase pertumbuhan bunglon yang singkat, ini dapat mengancam spesies bunglon labord.

Hak cipta Geoweek sepenuhnya milik Kompas dan The New York Times, dipajang di blog ini hanya untuk tujuan pendidikan.

Advertisements

Geoweek – Di Mana Teluk Terbesar di Dunia?

Geoweek - Di Mana Teluk Terbesar di Dunia
Courtesy: Kompas (28/03/2010)

Saya pernah membaca sebuah artikel di internet mengenai posisi Bangladesh (tampaknya saya salah mengeja negara ini). Posisi mereka yang diapit India dan Myanmar membuat mereka rawan bencana alam (luas negara yang kecil dan penduduk yang banyak), ditambah sebagian permukaan daratan Bangladesh yang berada di bawah permukaan air.

Masalah ini tampaknya akan lebih serius dengan adanya isu perubahan iklim di mana permukaan air laut akan meningkat. Bisa jadi negara ini ikut tenggelam bersama negara-negara kepulauan kecil.

Tentu saja kita tidak boleh berprasangka buruk dan menduga yang aneh-aneh. Berharaplah segala sesuatunya dapat aman terkendali.

Geoweek – Di Mana Tiupan Angin Terkencang di Dunia?

Geoweek - Di Mana Tiupan Angin Terkencang di Dunia
Courtesy: Kompas (21/03/2010)

Berbicara tentang tiupan angin, Queensland tengah kini sedang dilanda topan Ului. Kemarin, Ului sudah menyerang kawasan Whitsunday dan kota-kota di sepanjang garis pantai Queensland tengah dilanda cuaca buruk di antaranya Townsville, Mackay, Rockhampton, dan Bundaberg. Ada kemungkinan Ului akan sampai di Queensland barat (Mt Isa).

Sementara saya di Brisbane masih baik-baik saja (maklum, Queensland ini luas sekali). Dan bagi anda yang berada di Indonesia, bersyukurlah negara kita jarang terkena cuaca buruk seperti ini (walaupun belakangan sering terjadi).

Sayangilah bumi kita tercinta! Apa kaitannya? Cuaca buruk yang belakangan terjadi secara tidak langsung ada kaitannya dengan perubahan iklim karena itu marilah kita menyelamatkan bumi agar terhindar dari perubahan iklim dan semakin banyak cuaca baik menghiasi hari-hari kita.

Geoweek – Di Mana Gerakan Hak-Hak Sipil di AS Dimulai?

Geoweek - Di Mana Gerakan Hak-Hak Sipil AS Dimulai
Courtesy: Kompas (14/03/2010)

Membaca artikel di atas, sungguh patut dipuji sikap Greensboro Four yang tidak menggunakan cara kekerasan dalam menuntut hak kaum mereka yang terabaikan. Hal ini tentunya sangat bertolak belakang dengan aksi-aksi anarkis mahasiswa Indonesia yang terkesan mau menang sendiri dan mengatasnamakan kelompok yang belum tentu mereka bela. Saya yakin sekali pun mahasiswa Indonesia membaca tulisan saya, mereka belum tentu sadar akan perbuatan mereka atau mungkin malah mengecam saya (yang calon mahasiswa).

Kembali ke topik hak-hak sipil, di Indonesia sendiri di dunia daringnya sering saya melihat komentar atau pendapat yang masih mendiskreditkan kelompok tertentu terutamanya (maaf) yang berkulit hitam (orang Papua dan Afrika misalnya). Banyak dari kita merasa marah jika melihat kebudayaan kita dicontek negara lain tapi di lain sisi kita masih menghina kebudayaan dari pulau paling timur Indonesia. Dengan mengatakan “kalau anda tidak mau maju silakan pakai koteka“, sadarkah anda sedang mengejek bangsa sendiri? Anda telah mengambil hak mereka sebagai warga negara.

N.B.: Saya sensor kata-katanya untuk menghindari unsur SARA. Saya sendiri pernah membaca tulisan serupa di salah satu forum di dunia maya yang bernada serupa. Tidak ada niat untuk mengumbar SARA.

Geoweek – Lintah Pelawan Kejahatan

Segmen Geoweek kembali hadir di Apa Kabar Bram, hak cipta milik Kompas dan The New York Times Syndicate tahun 2010. Kali ini Geoweek mengangkat tema “Lintah Pelawan Kejahatan” yang memiliki kaitan dengan pengecekan TKP kriminal dan DNA. Apa hubungannya? Simak Geoweek minggu ini.

Geoweek - Lintah Pelawan Kejahatan
Courtesy: Kompas (07/03/2010)
Klik pada gambar untuk memperbesar

Beberapa Pelajaran dari Workshop Komik

Pada tanggal 12 Desember 2009, Kompas Muda mengadakan serangkaian acara menyambut ulang tahun ketiganya di pulau dewata. Tim dari Kompas Muda menggelar workshop fotografi dan komik pada hari yang bersamaan bertempat di Fakultas Kesehatan Universitas Udayana. Biaya pendaftaran satu workshop senilai Rp 20.000, maka jika mendaftar dua workshop (fotografi dan komik) anda harus membayar Rp 40.000 (tidak ada diskon diberikan).

Narasumber yang hadir tentunya adalah kartunis-kartunis Kompas yakni Benny Rachmadi, Muhammad Misrad, dan Thomdean. Sayangnya, Thomdean berhalangan hadir pada hari itu.

Workshop komik digelar dari pukul 16.30-19.00 WITA namun mengalami penundaan selama satu jam karena workshop fotografi (yang menggunakan aula yang sama) belum selesai dan banyaknya peserta workshop yang mendaftar di tempat. Hal ini tentunya akan menyibukkan tidak hanya panitia pendaftaran tetapi juga sponsor (salah satunya KFC yang harus menambah jumlah kotak makanan untuk dibagikan kepada peserta).

Berikut adalah beberapa hal yang saya pelajari selama workshop tersebut berjalan:

Fullscreen capture 362010 120456 PM.bmp

Fullscreen capture 362010 120507 PM.bmp

Fullscreen capture 362010 120517 PM.bmp

Fullscreen capture 362010 120523 PM.bmp
Jika anda tidak paham maksud dari dua kartun di atas,
Kartun di kiri menggambarkan dua orang (dua huruf ‘i’) sedang bergosip tentang seorang wanita (huruf ‘b’) yang dikabarkan hamil di luar nikah.

Sementara di kartun sebelah kanan menceritakan seorang wanita (huruf ‘P’) memiliki payudara yang besar lantas membuat seorang pria (huruf ‘i’) terkagum-kagum (tidak ada niat seksisme yang coba saya kembangkan di sini).

Fullscreen capture 362010 120530 PM.bmp
Kartun editorial di atas merupakan hasil karya G.M. Sidharta (Oom Pasikom) untuk harian Kompas.

Fullscreen capture 362010 120537 PM.bmp
Hasil karikatur Julia Roberts di atas merupakan salah satu bagian dari kartun hasil karya Benny Rachmadi untuk surat kabar Kontan.

Fullscreen capture 362010 120547 PM.bmp

Fullscreen capture 362010 120554 PM.bmp

Saya harap informasi ini berguna untuk anda yang masih awam terhadap bidang ini.

Karena gaya presentasi ‘Benny & Mice’ seperti dosen, alhasil apa yang saya tulis di atas tidak sekomplit apa yang ditulis oleh ‘Benny & Mice’ secara komplit pada hari itu (rotasi dari slide ke slide sangat cepat). Semua tulisan di atas adalah hasil kutipan dari slide PowerPoint Benny Rachmadi dan Muhammad Misrad pada hari itu.

Berita Pilihan untuk 28 & 29 Agustus 2009

Apresiasi Terhadap Seni Budaya Rendah
Kompas, 28 Agustus 2009

Kurang, Dukungan pada Seni Budaya
Kompas, 29 Agustus 2009

Nah, salah siapa sekarang kalau budaya kita “diambil” negara lain? Saya menggunakan tanda kutip pada kata ‘diambil’ karena keabsahan pengambilan itu masih diragukan. Untuk apa kita berkoar-koar, marah-marah, saling ledek-meledek di forum-forum dunia maya kalau diatanya masalah seperti ini selalu bersilat lidah, berkilah, dan lain-lain.

Memang, definisi nasionalisme itu rancu.

Di lain sisi, pemerintah sendiri juga gagal dalam menyediakan dana bagi perkembangan dunia seni budaya. Dalam lima tahun pemerintahan yang baru, saya harap ada koordinasi agar satu per satu masalah sosial di Indonesia dapat diselesaikan tanpa adanya masalah dana.

Dana sendiri bukanlah satu-satunya masalah. Gengsi masyarakat dan kebutaan sejarah.

——

Pendidikan - Tanpa Revolusi Bisa Terpuruk
Kompas, 28 Agustus 2009

Satu hal lagi, calon-calon sarjana kita bisa saja mengkandaskan impiannya atau gagal mengaplikasikan apa yang mereka pelajari karena sudah tak sesuai dengan konteks sosial saat ini. Pemerintah harus bisa memberikan jaminan kepada semua pihak agar pendidikan yang diberikan itu membangun dan sebisa mungkin dapat disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi sebuah institusi pendidikan.

Ini supaya institusi-institusi yang kekurangan dana atau minim fasilitas, pelajar-pelajarnya tetap mendapatkan pendidikan berkualitas. Mungkin harus ada penggabungan institusi-institusi (yang lebih kaya dan miskin) atau pun pembagian fasilitas.

——

Emisi Karbon - Indonesia Mampu Sumbang 2,3 Giga Ton Per Tahun
Kompas, 28 Agustus 2009

Saya sangat mendukung program ini supaya terealisasi. Kita sebagai negara dan bangsa Indonesia harus membuktikan kepada dunia bahwa kita bukan hanya contoh demokrasi Asia tetapi juga pelopor di antara negara-negara berkembang dalam bidang lingkungan. Apa lagi ini menyangkut keberlangsungan planet yang kita tinggali ini.

——

Bahasa - Kesaksamaan
Kompas, 28 Agustus 2009 (klik pada gambar untuk memperbesar)

——

Pemetaan Penduduk - Kepadatan Jawa Lampaui Daya Dukung Hutan
Kompas, 28 Agustus 2009

Program transmigrasi mungkin bisa dijadikan solusi. Namun perlu dipertimbangkan pula dampak sosialnya oleh pemerintah. Tentu kita tidak ingin melihat kejadian di mana para transmigran tidak dapat hidup dengan harmonis dengan penduduk lokal di daerah transmigrasi. Masih ingat kerusuhan Sampit? Itu adalah contoh gagalnya pembauran masyarakat.

Mungkin pemerintah perlu merevisi sistem pendidikan agar pembauran masyarakat tetap terjadi dalam praktek nyata. Para transmigran ada baiknya pula diajari tata sosial masyarakat di daerah tujuan dan menindak tegas tindakan-tindakan yang dapat memancing isu-isu SARA.

——

Hasil Kopenhagen Tentukan Nasib Bumi
Kompas, 29 Agustus 2009

——

Bahaya Liputan Teror
Kompas, 28 Agustus 2009

Media kita kebanyakannya memang terlalu sensasionalis. Peringkat acara selalu diutamakan dengan alasan iklan (tapi di depan masyarakat, agar masyarakat lebih tahu kejadian yang terjadi). Apakah liputan itu benar-benar dibutuhkan masyarakat dan mendidik? Analisa yang diberikan pun acakadut. Mungkin Indonesia memerlukan acara seperti Media Watch, sebuah acara yang mengkritik media-media (termasuk kanal yang menayangkan acara tersebut) di Australia supaya mereka jujur dan tidak berlebihan.

——

Peta Tembakau
Kontan, 28 Agustus 2009

Tobacco consumption will kill 6 million people next year due to cancer, heart problems, emphysema and other related diseases.

Masih mau merokok?

——

China Saingi Boeing 737 and Airbus A320
Kontan, 28 Agustus 2009

PT DI, kumasih menunggu proyek N2130 milikmu?

——

Sampah Laut
Kontan, 29 Agustus 2009

On the journey back home to “Pacific Rubbish Bigway”, marine scientists on Thursday (28/08) found plastics that covered the open sea. It was 2700 kilometres long.

——

Waktunya untuk karikatur

Jakartaria 28-08-2009
Kompas, 28 Agustus 2009
Karya: Jitet untuk Jakartaria

Mudik, Jakarta sepi tapi ternyata ada pencinta di kala Jakarta sepi. Sayang, pelitnya minta ampun. Minta dibonceng juga nggak mau.

Oom Pasikom - 29-08-2009
Kompas, 29 Agustus 2009
Karya: GM Sidharta untuk Oom Pasikom

Menyindir Malaysia atau Indonesia nih? Ingat, tahan emosi. Pikr baik-baik duduk perkaranya. Pikirkan juga sejarah yang melatarbelakangi kejadian ini. Bukan sejarah 5-10 tahun terakhir tapi ingat juga zaman Majapahit, Sriwijaya.

Kontan Daily - Harga Sembako Naik
Kontan, 29 Agustus 2009
Karya: Benny Rachmadi

Sembako naik, sudah rutinitas bagi sebagian kalangan. Pemerintah, inikah caramu setelah dikau terpilih kembali? Habis manis sepah dibuang memang.

Kontan Weekly - Sabar..., Tarif Jalan Tol Naik Terus
Kontan Weekly, Minggu III Agustus 2009

Di jalan tol, aspalnya naik atau tarif tolnya yang naik atau dua-duanya? Untung di daerah saya belum ada jalan tol biar katanya salah satu pulau paling berkembang di Indonesia.

——

Sekian Berita Pilihan kali ini. Besok, akan hadir pula Geoweek. Semoga bermanfaat bagi wawasan anda.

Courtesy: Kompas, Kontan